Kamis, 11 Februari 2021

Pengingat



Oleh: Suci Wulandari
PAI KUA Kec. Negeri Agung


Paras cantik dengan jari lentik bak maharani
Indah pualam ciptaan Mahacipta sejati
harta menutup bongkahnya kurang diri
Sungguh ironi
Ucapmu mampu mengaduk emosi
Menyayat hati
Koyak nurani
Membuat buncah berderai air senja
Suaramu lantang tak mau dikoreksi
Kau memberi dengan dalil saktimu
Sepertinya kau telah hafal dengan serapahmu?
Tahan dulu
Putri Kirani
Aku bukan tak ingat diri
Pun sedikit sedikit punya martabat diri
Perlukah pongah dinda?
Apa kau lupa
Saat nanti selembar kain putih tak bersaku
Terlilit rapih di tubuhmu
Mampukah puing-puing kemewahanmu
Menutupi hinanya dirimu dihadapan Tuhan.

­-ciwul-




Selasa, 09 Februari 2021

Persaksian Aula Adhi Pradana

 

Oleh: Munawar
PAIF Kemenag Way Kanan & Pengurus Da'i Kamtibmas Polres Way Kanan

   Pagi begitu cerah. Angin pagi berhembus perlahan pertanda kesejukan membersamai langkah pagiku. Bunga yang berwarna merah itu seakan menyapaku untuk berbagi keceriaan pagi. Mengungkapkan syukur atas anugerah pertemuan pagi yang “sempurna”. Perlahan aku mendekati bunga itu. Kupandangi dengan seksama. Sungguh menakjubkan.
   Selintas, aku teringat Surat Ali-Imron ayat 191. “ Rabbana maa khalaqta hadza batila, subnanaka fa qina adza bannar”. ( Ya Tuhan Kami tiadalah engkau menciptakan ini dengan sia-sia. Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka).
   Hmm. ..Sungguh suatu anugerah yang tidaklah sederhana. Segala apa yang akan terjadi adalah mutlak milik Yang Maha Kuasa. Begitulah alur kehidupan yang ada. Pun demikian dengan rencana Pengukuhan Pengurus Da'i Kamtibmas Polres Way Kanan nanti. Ya, sebuah kehormatan tersendiri bisa bergabung dalam kepengurusan tersebut bersama kawan-kawan lainya.
   Kopi yang tersaji tinggal setengah, saat jam menunjukkan pukul 07.05 WIB. Aku sudah bersiap untuk berangkat. Sebuah “ritual” sederhana telah usai aku laksanakan. Sarapan. Itulah salah satu kewajiban yang terus aku jaga saat akan bekerja. Yah, sebuah ikhtiar untuk menjaga kesehatan saat era pandemi Covid-19.
   Negara memanggil. Ini adalah istilahku sendiri. Sebuah istilah yang hadir secara otomatis saat tiba di Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Way Kanan. Bagiku ini adalah kewajiban yang melekat bagi setiap warga negara. Sungguh, saat negara membutuhkan, maka tiada kuasa untuk menolaknya. Bukankah begitu pak Ketua Pokjaluh?. Hehehe.
   Tentu, secara prosedural, aku berkewajiban untuk meminta izin kepada pak Kasi Bimas Islam Kemenag Way Kanan. Menyampaikan bahwa hari ini akan dikukuhkan sebagai pengurus Da'i Kamtibmas Polres Way Kanan. Allhamdulillah, Pak Kasi mengizinkanku untuk menghadiri pengukuhan tersebut. Maka, dengan mantap dan pasti, aku dan Ketua Pokjaluh berangkat ke Polres Way Kanan dengan hati bergembira.
   Sudah kebayang dalam imajinasi bahwa sahabatku Iptu Burhanuddin, Kasat Binmas Polres Way Kanan dan juga rekan-rekan Polisi lainya sedang sibuk mempersiapkan agenda yang akan dilalui. Iptu Burhannudin merupakan  sosok yang sudah aku kenal dengan baik. Dengan izin Allah SWT, kami dipertemukan dalam momen bersejarah. Umroh.
   Ah...sedikit teringat aku pada sebuah kejadian yang “luar biasa” saat bercengkrama di sebuah kamar. Menikmati nuansa berbeda di negara tetangga, Arab Saudi. Tradisi “ngopi bareng” di Indonesia masih terbawa. Bahkan terlalu asyik menikmati kopi sambil bercerita “ngalor ngidul”. Saat itulah, semua terkejut ketika alarm berbunyi nyaring. Tentu kami terkejut dan secara otomatis dan tanpa di komandoi semua bergegas keluar. Ada yang langsung tidur, masuk kamar mandi dan lainya. Ah...ternyata penyebabnya sederhana. Terlalu banyak asap di kamar itu. Hehehe.
   Dalam perjalan “mengawal” pak ketua Pokjaluh, sebuah diskusi kecil terjadi. Ini adalah momen bersejarah dan penting. Bagaimana tidak, dengan pelibatan unsur instansi (Polres, Kemenag, Kesbangpol); Ormas Islam (NU, Muhammadiyah, LDII); Baznas, Rumah Tahfidz, Penyuluh Agama Islam (PAI) dan Jamaah Tabligh, maka sinergitas akan dapat terwujud. Dalam konteks ini, aku mengamini apa yang menjadi sudut pandang Pak M. Ali.
   “Ya benar”. Ucapku sebagai isyarat persetujuan. Maka, dalam konteks yang lebih kecil (PAI) Kemenag Way Kanan, harus mampu bersungguh-sungguh mengemban amanah sebagai pengurus Da’i Kamtibmas Polres Way Kanan. Pun demikian dalam konteks yang luas, -sungguh-, ini sesuatu yang harus dilakukan untuk meneguhkan keberadaan Da’i Kamtibmas Polres Way Kanan di masyarakat.
   Terlebih lagi, kawan kawan yang sudah menjadi Penyuluh Agama Islam Kemenag Way Kanan. Harus menjadi bagian yang bisa melaksanakan tugas dengan baik. Aku Yakin dan percaya, Ust. Muslihuddin, Ust. Hasan Isro dan Ust. Hanafi dapat melaksanakan amanah ini dengan penuh tanggungjawab. Hmm...pasti akan lebih banyak ngopi bareng nih, membahas banyak hal. Suatu saat. Hehehe.
   Tak terasa, sampai juga di Polres Way Kanan. Setelah meminta ijin di pos jaga, roda kendaraan melaju kearah  area parkir yang sudah disediakan. Cukup rapi dan tertib. Terlihat, kawan-kawan pengurus Da'i Kamtibmas Polres Way Kanan sudah hadir terlebih dahulu. Aku tersenyum bahagia.
   Hmm.... Suasana yang penuh nuansa kebahagiaan terjalin. Ini terlihat dari keakraban yang terjadi. Saat pembagian seragam dan masker. Obrolan ringan senantiasa mewarnai canda tawa yang terjadi. Pun demikian juga dengan rekan rekan kepolisian yang begitu akrab dengan kawan-kawan Da'i Kamtibmas Polres Way Kanan. Jujur ini adalah kebahagiaan ku yang sangat terasa.
   Aha... Pelayanan cukup prima. Terlebih lagi kopi juga tesaji dengan "sempurna". Unik dan menarik. Bagaimana tidak, kopi yang tersaji juga tertutup " Masker " plastik. Menjaga tingkat higenitas dalam perspektif pendemi Virus Corona. Kami sempat tersenyum sambil bercanda. “awas, jangan langsung di minum, buka dahulu plastik yang menutupi”. Sontak “grup ahli hisap” tertawa bersamaan. Hehehe.
   Langkah tegap Pak Waka Polres Way Kanan menandai prosesi pengukuhan akan segera dilaksanakan. Aku berbisik lirih kepada Ust Hasan Isro, “Gagah juga ya Pak Kompol Evinater Siallagan, SH., M.H”. Maklumlah, baru hari ini aku bertemu dengan beliau. Semoga sehat selalu Pak Waka.
   Kopi yang tersaji belum habis, saat momen pengukuhan Da’i Kamtibmas Polres Way Kanan berlangsung. Aku lihat, Pak Waka Polres secara simbolis memakaikan seragam dan sekaligus penyerahan Surat Keputusan (SK) Kapolres Way Kanan, kepada perwakilan pengurus ( Ust. Muslihuddin, K.H. Abud Nursyhab dan Pak M. Ali). Suara tepuk tangan menggema di Aula Adhi Pradana Polres Way Kanan. "Mantap benar". Aku membatin.
   Menarik apa yang di sampaikan Pak Waka Polres. Agama adalah pemersatu bangsa. Empat kata itu bagiku mempunyai makna yang sangat fundamental. Maka, aku dan kawan-kawan lainya pun mengangguk-anggukkan kepala pertanda menyetujuinya.
   Nah, yang tidak kalah menariknya juga adalah ungkapan Polisi yang presisi. Memang kata ini tidaklah asing lagi bagiku. Sebab -seingatku- ungkapan ini adalah salah satu dari delapan komitmen dari Bapak Kapolri. Presisi merupakan singkatan dari Prediktif, Responsibilitas, Transparansi, Berkeadilan.
   Usai sudah seremonial pengukuhan. Moment foto bersama adalah sesuatu yang tidak boleh ditinggal. Hal ini merupakan sebuah bentuk pengabadian yang sangat bersejarah. Sebuah momen yang berharga. Terasa sayang jika tidak di dokumentasikan secara “sempurna”. Sebuah persaksian bersejarah di Aula Adhi Pradana Polres Way Kanan.
   Hal yang menjadi "ger-ger an" juga adalah saat sesi santai. Dengan gaya ala “standing comedy”, Pak Kasat Binmas menyampaikan banyak hal dengan disertai "guyon" yang produktif. Ini yang menyegarkan dalam konteks jokes. Ah... Ruangan yang dingin dibuat hangat oleh sahabatku ini. Hehehe.
   Hari ini, Aula Adhi Pradana Polres Way Kanan telah menjadi saksi dari apa yang sudah terjadi. semoga Allah SWT, memberikan keridoan dan kemudahan dalam mengemban amanah ini.
   
 


Kamis, 04 Februari 2021

Membelai Rindu

 


Oleh: Munawar
PAIF Kemenag Way Kanan

Akhirnya, pagi yang cerah kembali hadir. Hari dimana hujan tidak lagi turun. Hari yang sangat mengasyikkan dengan kehadiran tiga tamu istimewa. Sungguh, sebuah kehormatan terbaik, Kang Bahrul, Mang Eka dan Adinda Hidayat dapat menemani ku menyelesaikan tugas negara, bersama Pak M. Ali. Sungguh, sebuah kebahagiaan hadir tersendiri, sebagaimana bahagianya aku menggunakan seragam “kehormatan” PAI.

Meskipun protokol kesehatan tetap berlaku, namun semangat mengabdi untuk bangsa dan negara tetap ada. Masker senantiasa menutupi sebagian wajah kami. Namun tidak mengurangi komunikasi dalam melaksanakan tugas. Pun demikian dengan hand sanitizer selalu setia menemani.

Asyik memang hidup di Way Kanan, sebagaimana tagline nya "Way Kanan Asyik". Asyik dapat berjumpa “kembali” dengan kawan-kawan Penyuluh. Berkomunikasi menyambung cerita. Tentu dengan jaga jarak telah di tentukan dan sekaligus menerapkan protokol kesehatan yang cukup ketat. Menjaga dan menerapkan 5 M adalah bagian yang wajib di laksanakan. Berjumpa dan bersua sambil menikmati kopi buatan kawan termuda. Hehehe.

Oh ya, tadarus Al-Quran adalah kegiatan wajib untuk mengawali sebuah kegiatan. Dengan hal ini, maka secara tidak langsung akan menjawab sebuah pertanyaan, apakah penyuluh bisa "membaca" Al-Quran. Nah ternyata terjawab. Bisa dan mantap. Hal yang "agak" mengejutkan adalah ternyata ada yang sudah hafal. Ini luar biasa, dan sudah seyogyanya begitu.

Pak Ketua Pokjaluh mengawali dengan mengajak bersama-sama membaca “Ummul Kitab”. Sebuah surat yang senantiasa wajib di baca dalam setiap sholat. Kemudian dilanjutkan dengan membaca surat Al-Baqoroh ayat 1-5. Merdu dan meyakinkan. Kemudian secara bergiliran membaca ayat berikutnya. Bagianku adalah yang terakhir, sekaligus meyakinkan sebuah “bacaan” yang terdengar.

Tentu, tadarus Al-Qur’an, membaca Al-Qur’an atau istilah lainya, merupakan sebuah kegiatan yang sangat dianjurkan. Bahkan Rasullullah SAW, menganjurkan untuk menghiasi rumah kita dengan bacaan Al-Qur’an. Maka, tidak mengherankan jika muncul gerakan tadarus berjamaah di grup resmi PAI Kemenag Way Kanan, ataupun untuk level provinsi Lampung.

Kegiatan hari ini, -bagiku-  harus dimaknai sebuah kebersamaan. Kesadaran akan makna ini adalah bahwa menjadi bagian dari keluarga besar Kementerian Agama harus senantiasa dirawat. Salah satu cara merawat -menurut ku juga- adalah dengan cara menjalin silaturahmi. Ini penting dan "wajib" dilaksanakan.


Contoh sangat sederhana adalah hari ini, dimana Kang Bahrul bisa bertemu Mang Eka dan Adinda Hidayat. Ini luar biasa. Ketiganya bercerita ngalor ngidul untuk sebuah awal komunikasi. Sebuah moment yang -bisa jadi- tidak akan terulang sepanjang jaman.

Nah, dalam silaturahmi ini, minimal senyuman dan tegur sapa terjadi. Pun dengan "ngopi" bareng terjadi. Sungguh asyik nan menggembirakan. Aku bahagia melihat kawan-kawan sehat dan mampu berbagi kebaikan. Inilah mengapa, sebuah “kerinduan” akan pertemuan kerap terjadi. Namun, karena kondisi pandemi yang belum berakhir, maka semuanya serba terbatas. Termasuk hari inipun sangat terbatas.

Maka, pembinaan hari ini sungguh sayang jika tidak diabadikan deng "sempurna". Sayang jika tidak " menjepret" moment mengaji. Sayang juga jika tidak membaur dengan canda tawa yang renyah. Dan lebih sayang lagi kalau semua dilewatkan begitu saja. Dengan  demikian, pengabadian momen hari ini akan menjadi lebih bermakna.

Ah, ternyata dibalik sebuah "misteri" masalalu terdapat "mutiara" yang bisa dijadikan sebuah energi. Ya, sebuah energi kebersamaan untuk melengkapi "struktur" yang belum sempurna. Ini adalah bagian inti untuk sebuah "kesempurnaan" duniawi. Inti dari sebuah kehidupan dalam kebersamaan. Inti membesarkan “nama” Penyuluh Agama Islam secara bersama-sama.


Sungguh ”beruntung” kawan-kawan yang hari ini bisa bersilaturahmi  ke Kementerian Agama Kabupaten Way Kanan. Banyak hal baru yang bisa dimaknai dalam  sebuah cerita hari ini. Semangat mengabdi untuk "menuntaskan" tugas Penyuluh Agama Islam, dan sekaligus membersamai dalam melaksanakan tugas dan kewajiban. So, Adinda Hidayat sudah mendengarkan bahwa sebuah kebersamaan wajib untuk di rawat dengan sebuah kebersamaan juga.Hehehe.

Akhirnya, dengan "berat hati" aku melepaskan "kepergian" menuju keluarga tercinta. Sebuah pesan mendalam tersampaikan saat Ketua Pokjaluh membersamai. "Terimakasih dan sukses selalu".


Ah, waktu begitu cepat berlalu, padahal kebersamaan masih aku “rindukan”. padahal aku masih ingin membelai rindu.

 

Hidup Jayalah Penyuluh Kita.

Blambangan Umpu, 04 Februari 2021


Laporan Pembinaan

 

LAPORAN KEGIATAN PEMBINAAN
PAI KEMENAG KAB. WAY KANAN

 

1. Dasar           : Surat Kasi Bimas Islam Nomor: B-84/KK.08.08.1/BA.00/2021  

                          tentang Jadwal Pembinaan tanggal 02 Februari 2021.

 

2. Laporan Kegiatan

a. Hari, Tanggal dan Tempat

Pelaksanaan kegiatan dilaksanakan pada tanggal, 04 Februari 2021 di Kantor Kementerian Agama Kabupaten Way Kanan.

 

 b. Petugas  Pembina

NO

NAMA

JABATAN

KET

1

M. Ali, S.Ag., MM

PAIF Kemenag Way Kanan

 

2

Munawar, S.Fil.I

PAIF Kemenag Way Kanan

 

 

c. Peserta Pembinaan

NO

NAMA

TEMPAT TUGAS

KET

1

Bahrul Ulum, S.Sos

KUA Kec. Bahuga

 

2

Eka Destrianto Suropati

KUA. Kec. Rebang Tangkas

 

3

Hidayat

KUA. Kec. Kasui

 

 

3. Kegiatan Pembinaan

1. Tadarus Al-Qur’an;

2. Mengisi Form dan Blanko Laporan Kinerja Harian;

3. Memberikan penugasan untuk menulis teks Khutbah Jum’at;

4. Menginventarisir Laporan Penyuluh Agama Islam Kecamatan yang  

    bersangkutan.

4. Penugasan

1. Membuat Teks Naskah Khutbah Jum’at dan mengumpulkan maksimal   

    tanggal 11 Februari 2021.

2. Tema Khutbah Jum’at:

     1. Bahrul Ulum, S.Sos.I ( Pendidikan Islam)

    2. Eka Destrianto Suropati ( Bencana);

    2. Hidayat ( Bulan Muharram)

5. Catatan

            Kegiatan dilaksanakan dengan menggunakan 5 M / Protokol Kesehatan

6. Penutup

            Demikian laporan ini disampaikan dan terimakasih

 

Blambangan Umpu, 04 Februari 2021

 

                                       Penyusun Laporan

 

 

 

 

M. Ali, S.Ag., MM

NIP. 197303172005011007

 

 

 

 

Munawar, S.Fil.I

NIP. 198010172006041003




 

Rabu, 03 Februari 2021

Kelas Menulis


 

Pokjaluh Way Kanan mempersembahkan:


Sekolah Menulis Online PAI Kemenag Way Kanan adalah Sebuah kelas yang akan mengajarkanmu bagaimana cara menulis dengan baik dan benar. Bukan hanya itu, di kelas ini kamu juga akan diajarkan bagaimana agar bisa menjadi penulis  dan bagaimana mem-branding diri di media sosial. Maka, sangat sayang jika kelas ini diabaikan.


Materi Sekolah Menulis Online
1. Rahasia menjadi seorang penulis
2. Cara menulis yang baik dan benar

Syarat Mengikuti:
1. PAI Kemenag Way Kanan
2. Memiliki kemauan untuk belajar menulis
3. Bersedia mengikuti bimbingan secara online
4. Bersedia mengikuti ketentuan yang ada.

Fasilitas:
1. Bimbingan dan materi secara online
2. Sertifikat
3. Konsultasi tentang dunia sastra dan jurnalistik
4. Pendampingan hingga terbit buku

Pendaftaran mulai tanggal 03-10 Februari 2021

Biaya Pendaftaran:
Biaya pendaftaran sebesar Rp. 15.000,-
(Dana Pendaftaran akan di gunakan untuk kegiatan sosial kemanusiaan an. PAI Kemenag Way Kanan).

Tuliskan identitas calon peserta.

 Nama Lengkap                   :

Tempat Tanggal Lahir         :

Alamat                               :

Media Sosial

Instagram                         :

Facebook                         :

Twitter                              :


Pendaftaran melalui Email penyuluhagamaislamwk@gmail.com. Atau paiwaykanan.blogspot.com.

 

 Pokjaluh Way Kanan