Tampilkan postingan dengan label Kegiatan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kegiatan. Tampilkan semua postingan

Rabu, 30 September 2020

Penyuluh Peduli (season 3)




Buay Bahuga (MNR).  Penyuluh Peduli (Season 3) bertempat di Kantor Urusan Agama (KUA) Buay Bahuga, Forum Komunikasi Penyuluh Agama Islam (FKPAI) Kabupaten Way Kanan melaksanakan kegiatan. Dengan mengusung tema Penyuluh Agama Islam berbagi, kegiatan tersebut dilaksanakan pada Selasa, 29 September 2020.

Dalam kesempatan tersebut, hadir Kepala KUA Buay Bahuga, Ketua Pokjaluh, FKPAI Kabupaten, Penyuluh Agama Islam (PAI)  Fungsional, PAI non-PNS dan penerima bantuan infaq produktif. Selain itu, PAI non PNS Bumi Agung juga turut hadir menyaksikan kegiatan tersebut.

Dalam sambutanya, Kepala KUA Buay Bahuga, Hendera, S.Ag., M.Pd.I menyampaikan bahwa kehadiran penyuluh agama islam sangat membantu tugas KUA. “Bagi KUA Buay Bahuga, keberadaan Penyuluh agama islam ini sangat membantu tugas-tugas KUA. Dengan adanya penjadwalan secara rutin, maka semua penyuluh dapat dengan baik membantu pekerjaan yang ada di KUA”.

Sementara itu, M.Ali, S.Ag., MM,  menyampaikan materi kepada para penyuluh agama islam. Ketua Pokjaluh Way Kanan ini menyampaikan bahwa, tugas seorang penyuluh agama itu sangat berat. “Bahwa menjadi seorang penyuluh agama islam itu cukup berat. Dibutuhkan keikhlasan yang tinggi untuk melaksanakan tugas yang telah diamanahkan”.

“Maka, penyuluh agama islam harus berada ditengah-tengah masyarakat. Mampu membantu masyarakat dalam bidang keagamaan. Dengan demikian, maka kehadiran penyuluh agama islam akan dirasakan keberadaanya”. Pungkasnya.

Acara tersebut diakhiri dengan penyerahan bantuan infaq produktif. Bantuan yang berasal dari infaq penyuluh agama islam se-Way Kanan. Bantuan infaq produktif tersebut di terima oleh Muhammad Nur Ali, yang memiliki usaha pembuatan opak.

Selasa, 25 Agustus 2020

Pokjaluh Way Kanan Beri Bantuan Produktif







Bertempat di Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Negara Batin, Kelompok Kerja Penyuluh Agama (Pokjaluh) Way Kanan, selasa, 25 Agustus 2020 mengadakan kegiatan. Agenda kegiatan tersebut adalah pembinaan bagi Penyuluh Agama Islam (PAI) kecamatan Negara Batin dan sekaligus memberikan bantuan produktif kepada masyarakat dari PAI se Kabupaten Way Kanan.

Dalam acara itu, turut hadir Kepala KUA Kecamatan Negara Batin, Ketua dan Anggota Pokjaluh Way Kanan, Pengurus Forum Koordinasi Penyuluh Agama Islam (FKPAI) Way Kanan dan PAI se kecamatan Negara Batin.

Dalam acara tersebut, Ketua Forum Komunikasi PAI, M. Din Hadi, S.Pd., M.Pd menyampaikan ungkapan terimakasih atas sambutan yang telah diberikan. “  Saya mengucapkan terimakasih atas sambutan yang diberikan kepada Tim Pokjaluh Kabupaten Way Kanan”. Selanjutnya, Din Hadi menambahkan bahwa, “ salah satu tujuan dengan kegiatan ini adalah menjalin silaturrahmi dan sekaligus melaksanakan program kerja FKPAI Kabupaten Way Kanan”.

Dalam kesempatan yang sama, Drs. Hi.Lukmansyah, Kepala KUA Kecamatan Negara Batin dalam sambutanya mengatakan , “ Saya merasa bangga dan terbantu dengan adanya Penyuluh Agama Islam yang dapat membantu tugas-tugas di KUA Kecamatan Negara Batin, maka poin pentingnya adalah bagaimana cara agar peran penyuluh Agama Islam dapat di rasakan oleh Masyarakat Kecamatan Negara Batin. Oleh sebab itu, peran Penyuluh Agama Islam sebisa mungkin dapat berperan semaksimal mungkin. Inilah kondisi sebenarnya tentang Kecamatan Negara Batin”. Imbuhnya.

Lukmansyah menambahkan, “ jika ada persoalan tentang Penyuluh Agama Islam, baik peran dan kinerjanya, seyogyanya saya di hubungi terlebih dahulu untuk sama-sama menyelesaikan persoalan yang di hadapi”. Pungkasnya.

Setelah agenda selesai, dilanjutkan dengan pemberian bantuan produktif yang diberikan secara simbolis oleh Ketua Pokjaluh Way Kanan.


 

Selasa, 28 Juli 2020

SKETSA DIUJUNG NEGERI

 

            “ Kriiiiiiiing”, bunyi Handphone berdering, kulihat nama kontak, Pak Kasi Bimas Islam. “ Sudah bangun war?” sapa pak Kasi – Pak Ali Sholihin- diujung telephone. “Malah belum tidur pak”, jawab saya. Pukul 03.40 bersiap untuk menuju Kecamatan Negeri Besar. Ya sebuah persiapan yang “matang” untuk sebuah perjalanan walaupun dalam satu kabupaten saja. Persiapan yang tidak begitu istimewa bagi para “petualang” dalam menjalani sebuah profesi.
            Pagi yang sangat “istimewa” bagi saya. Sebuah kehormatan besar bisa mendampingi pak Kasi di pagi ini. Bagaimana tidak, dengan kerendahan hati, pak Kasi rela menjemput di Kantor dan sekaligus menjadi “driver”. Bagi saya ini adalah luar biasa, meskipun secara manusiawi ada rasa tidak enak.
        Perjalanan menuju Baradatu diselingi dengan musik Jawa. Meskipun saya bukan penggemar Didi Kempot, lantunan musik itu cukup membantu memecah keheningan. Dalam pelajaran ini, pak Kasi memberikan sebuah “petuah” yang cukup berharga dan penting.
            Bermula dari iringan kendaraan barang (trukc) yang sudah “bergerilya” pada pagi buta ini. Cukup lincah pak Kasi dalam “menyalip” setiap kendaraan didepanya. Dalam hati saya berkata, “cukup gesit juga dalam mengendari mobil ini”. Nah disinilah petuah itu terjadi.
            “Coba kamu lihat, kendaraan yang kita dahului tadi”. Pak Kasi memulai pembicaraan. “ bayangkan, di pagi begini, disaat orang lain terlelap, mereka sudah beraktifitas. Coba kita bandingkan dengan kawan-kawan yang sudah mapan dalam pekerjaan. Mestinya rasa syukur itu ada dengan cara kerja yang baik”. Demikian cuplikan petuah yang saya dapat pagi ini.
          Ya, bersyukur adalah cara terbaik. Bersyukur merupakan ungkapan terimakasih kepada Allah SWT atas segala pemberian kepada manusia. Karena pada hakekatnya, manusia adalah tidak mempunyai kekuatan tanpa ada pertolongan. Dengan pertolongan tersebut, manusia mampu berkreasi dengan baik.
            Ditempat transit pertama, di kediaman Pak Syahrul Muharomi, Kepala KUA Baradatu, ternyata Ketua Pokjaluh dan Pokjawas sudah menunggu. Keduanya sudah bersiap “bertempur” mengarungi perjalanan hari ini. Cukup semangat bagi keduanya untuk menjalankan tugas ini. Luar biasa. “ Bravo kang Bambang”, ucap saya sambil tersenyum.
            Transit kedua terasa istimewa. Ya istimewa. Bukan karena di Kabupaten Induk-nya Way Kanan, namun karena Allah SWT masih memberikan kesempatan untuk menunaikan ibadah sholat subuh secara berjamaah. Di masjid Nurul Iman Desa Suka Menanti Bukit Kemuning ini kewajiban bagi muslim tertunaian dengan baik. Bagi saya, untuk sebuah masjid di jalan lintas Sumatera, cukup baik dan jamaah yang sholat subuh juga cukup banyak.
            Di ujung sana, “si endut” sedang sibuk membuat video dokumenter. Sebuah proses untuk mengabadikan moment berharga dalam sebuah video. Cukup bersemangat juga, koordinator Humas FKPAI Way Kanan ini melakukan kegiatan tersebut. Saya yakin, dengan Ust. Ibrohim ini dengan aksi tersebut, karena postinganya kerap muncul di media massa.
            Dalam perjalanan yang mengasyikkan ini, saya tidak banyak berkomunikasi. Saya hanya menikmati perjalanan ini dengan “diam seribu bahasa”. Bisa jadi, sang “driver” -Ketua Pokjaluh- ini sudah mahir, sehingga terasa “nikmat” untuk beristirahat, setelah melakukan pengisian bahan bakar.
             Tak seberapa lama, saat melintasi sebuah tempat, memori saya mengingatkan tentang tempat tersebut. MTQ Tulang Bawang Barat 2019 yang lalu, terlintas dalam benak saya. Demikian juga, saat melihat “mantan” pemondokan khafilah MTQ Way Kanan diujung sebelah kanan. Saya tersenyum mengingat hal itu.
            Terlebih lagi saat melewati ikon kabupaten ini. Pak Bambang dengan semangat bertanya, “opo iki kok eneng kolam”, dengan logat Jawanya. Rupanya, pak Bambang belum sempat berkunjung secara langsung, dan meminta pulangnya nanti “wajib” mampir. Di ujung depan sebelah kanan, Pak M. Ali menimpali, “ yo iki Islamic Centre Tulang Bawang Barat”, sambil terus fokus mencari warung untuk sarapan.
            Saya sempatkan untuk browsing. Saya buka situs Bobo.id. Yomi Hanna menulis pada tanggal 30 Maret 2017, tentang “ Keunikan Masjid 99 Cahaya di Tulang Bawang Barat. Dalam tulisan tersebut disampaikan bahwa “Perancang bangunan Masjid 99 Cahaya  tersebut adalah seorang arsitek bernama Andramatin. Masjid ini dibangun tanpa kubah dan menara, tidak seperti masjid pada umumnya. Masjid yang dikelilingi sungai Ini menjadi salah satu keunikan dari Masjid 99 Cahaya ini”.
            Yomi Hanna dalam tulisan tersebut melanjutkan, “menurut Andramatin, dulu di awal masa Islam, kubah dan menara itu juga tidak ada. Jadi pembangunan masjid tidak selalu terpaku dengan adanya kubah atau menara. Luas bangunan masjid adalah 34 x 34 meter. Ini dibuat berdasarkan jumlah sujud umat Islam sehari semalam sujud salat wajib. Bangunan ini juga ditopang 114 pilar yang menunjukan 114 surat dalam Alquran. Kubahnya berbentuk persegi lima, ini menunjukan rukun Islam ada 5 dan tingginya 30 meter menunjukkan 30 juz dalam Alquran.  Setiap sisi kubah ini melambangkan salat 5 waktu.Di atapnya terdapat 99 lubang yang bisa dilewati oleh cahaya. Dua kali setahun saat matahari melewati khatulistiwa, pada Maret dan September, sinarnya akan masuk ke lubang-lubang itu”. Sungguh fantastis dan bernilai arsitektur yang berharga, dalam hati saya berkata.
            Perjalanan terus berlanjut meski warung untuk sarapan tidak ketemu. Yang ditemui hanyalah sebuah candaan keakraban setelah melewati jembatan. Terlebih lagi saat melihat banyak rawa di sepanjang jalan. “Di sini kok ga ada buaya ya”, pak Bambang menceletuk. “ banyak pak, tapi yang tidak ada pakaya”, sang “driver” meimpali. “asal jangan naik ke darat, tidak berbahaya”, Ust. Ibrohim menimpali. Seketika secara bersama-sama kami tertawa.
            Di kediaman pak Ali Maksum, kami transit terakhir. Saya lihat, Pak Muslim, Pak Kholik, Pak Kaisar dan “Si bujang” Saiful menyambut. Mereka bersama-sama mengembangkan senyuman khasnya masing-masing. Saya juga gembira, melihat kawan-kawan penyuluh semangat. Saat menyambangi kawan-kawan, saya menyerahkan titipan infaq produktif dari seluruh kawan-kawan Penyuluh Agama Islam se-Way Kanan.
            Ternyata, Pak Kepala Kemenag, Pak Kasubbag TU, Pak Kasi Penmad ,Kepala Sekolah MIN 3 Way Kanan dan kawan-kawan di KUA serta Penyuluh Agama, sudah berkumpul. Sebuah kebersamaan yang sangat luar biasa. Akrab dan penuh canda tawa. Terimakasih Pak Ali Maksum sudah merepotkan dengan sajian menu sarapan pagi yang nikmat.
            Agenda inti dilaksanakan di MIN 3 Way Kanan. Dengan penerapan protokol kesehatan, kawan-kawan guru MIN 3 Way Kanan melakukan pengecekan suhu tubuh. Ini adalah standar baku yang harus dilaksanakan dalam rangka pencegahan penyebaran covid-19.
            Ada hal yang menarik, saat pak Kepala Kemenag,-H.M.Isa, S.Ag.M.Pd.I memberikan sambutanya. ” Kunjungan kerja di Negeri Besar  ini sungguh sangat istimewa, dihadiri secara lengkap oleh tim kemenag Way Kanan. Pak Kepala Kemenag juga menyampaikan beberapa poin, terkait dengan kepegawaian, sekolah, KUA, dan Penyuluh Agama Islam.
            Kemudian, sebelum arahan dari Pak Kepala Kemenag diakhiri, Beliau juga mengucapkan terimakasih yang besar atas sambutan yang diberikan. Dengan candaan yang khas, beliau  mampu mencairkan suasana sehingga terasa “cair’ suasana pertemuan tersebut. Kemudian, beliau Juga memberikan sapi Qurban untuk kecamatan Negeri Besar yang berasal dari Keluarga Besar Kementerian Agama Kabupaten Way Kanan.
            Demikian juga semua para Kasi, diawal sambutan selalu menyebutkan bahwa, kunjungan ke Kecamatan Negeri Besar ini sangat istimewa. Terasa kompak disampaikan tentang  nilai “istimewa” yang disampaikan tadi. Dan saya juga menyebutkan ini istimewa, karena saya juga berkesempatan ikut di putaran “akhir” kunjungan kerja ini.
            Kunjungan yang bagi saya pribadi -dan juga PAI- bernilai adalah dengan “launching” Infaq produktif oleh kawan-kawan Penyuluh se-Way Kanan. Infaq produktif tersebut diberikan kepada ibu Fresiyanti yang memiliki usaha warung. Launching ini secara simbolis disampaikan langsung oleh ketua Pokjaluh, Pak M. Ali, S.Ag., MM. Sebuah agenda yang sangat bernilai tentunya.
            Tentu, kesempatan itu tidak saya lewatkan begitu saja tanpa “ngobrol” dengan kawan-kawan. Lebih khususnya, setalah Pak H. Somad menyerahkan laporan ke Pak M. Ali. Meskipun obrolan tanpa hidangan kopi, namun untuk memberikan semangat kepada kawan-kawan Penyuluh Agama Islam harus dijaga. Ini salah satu obrolan dengan Filial dan kang Masruri sang pemilik “nyawa rangkep”, sebuah julukan “baru” baginya. Demikian juga untuk para “muli”, Feni dan Febri, selalu bersemangat ya dalam pengabdian ini.
            Program Penyuluh Peduli ini sangat penting untuk dilaksanakan. Terlebih lagi untuk infaq produktif. Program ini akan sangat berharga dan sekaligus dapat membantu masyarakat secara langsung. Untuk keberlangsungan tersebut, kawan-kawan penyuluh wajib “mengawal” keberlangsungan program ini. Jangan sampai diabaikan dan acuh tak acuh terhadap perkembangan sebuah usaha.
            Semangat yang ada, tetap bersemayam. Meskipun sudah terbayang jalan kembali masih panjang. Sebuah perjalanan “lanjutan” setelah melaksanakan misi istiwema di Kecamatan Negeri Besar. Inilah kegiatan terakhir dari sebuah pembinaan di Lingkungan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Way Kanan.
            Sesuai kesepakatan tadi, dalam perjalanan pulang akan mampir ke Islamic Centre Tulang Bawang Barat. Namun sebelum kesana, menyempatkan menikmati ikon lainya yakni  wisata Relief Megou Pak. Sebuah ikon dengan mengangkat sejarah keberadaan empat suku atau marga asli lampung, Megou Pak yakni MargaTegamoan, Marga Buay Bulan, Marga Buay Aji, dan Marga Suay Umpu. (Sumber media cetak dan online Mitrapol,yang ditulis oleh Dadang R, edisi 22 September 2019)
            Tibalah saat yang dinantikan pak Bambang. Kolam ikan di Islamic Centre Tulang Bawang Barat. Cukup menggembirakan melihat banyak terdapat ikan disana. Terlebih lagi setelah diberikan makanan ikan yang sudah dibeli. Luar biasa banyak sekali ikanya dan besar-besar. Bahkan pak Kasi, sibuk mengabadikan “kegiatan” ini dengan memfoto dan membuat video.
            Sebuah sketsa diujung negeri sudah terurai. Membawa kesan tersendiri bagi –minimal – saya. Terlebih lagi pak Bambang Gunawan yang “baru pertama” kali melihat atau “menginjakkan” kaki untuk melihat sesuatu yang belum pernah dilihatnya. Sebuah sketsa yang memberikan makna istimewa. Sebuah sketsa yang bersejarah dengan lounching-nya program Penyuluh Peduli. Negeri Besar, 27 Juli 2020. ( Oleh: Munawar S.Fil.I, MA, PAIF Kemenag Way Kanan )


Selasa, 07 Juli 2020

OPTIMALISASI PERAN PENYULUH AGAMA ISLAM PAIF dan PAI Non PNS Masa NEW NORMAL

Blambangan Umpu Way Kanan Rabu, 1 Juli 2020 / 10 Dzulqoidah 1441H

Penyuluh Agama Islam di setiap agama berperan untuk menyampaikan dakwah yang berisikan tentang merawat kerukunan antaragama, antarsuku dalam perbedaan. Begitu pentingnya Peran dan Fungsi Penyuluh Agama maka telah diadakan pembinaan Penyuluh Agama Se-Kab. Way Kanan Lampung yang dilaksanakan pada hari Rabu, 01 Juli 2020 bertempat di Aula Kantor Kementerian Agama Kab. Way Kanan, dengan pemateri:

1. Kepala Kantor Kemenag Way Kanan; HM.ISA,S.Ag, M.Pd.I
2. Kasi Bimas Islam; H. Ali Sholihin, S.Pd.I
3. Kapokjaluh; M. Ali, S.Ag.,MM.

Dalam pembinaan tersebut Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Way Kanan, memberikan arahan agar Penyuluh Agama Islam menjaga marwah Kemenag dengan bekerja sesuai payung hukum yang berlaku, dan menjadi garda terdepan Kemenag dalam menyampaikan program pemerintah. Selain itu beliau juga menyampaikan agar seorang Penyuluh Agama untuk merasa sebagai seorang Da'i yang terus berbuat baik yang dimulai dari menjaga diri sendiri, keluarga, dan masyarakat 

Sementara itu, Kasi Bimas Islam H. Ali Sholihin, S.Pd.I mengharapkan agar Penyuluh Agama Islam bekerja dengan tertib dan profisional dengan melengkapi instrumen yang berlaku dan selalu berkoordinasi dengan kepala KUA dimana mereka bertugas 

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Pokjaluh PAI berpesan untuk menjaga kesehatan dan bekerja dengan memperhatikan prosedur standar covid 19, maka kegiatan pembinaan ini dengan memperhatikan Protokol Covid 19, dengan harapan semua yang hadir terjaga kesehatannya dan dapat melaksanakan tugas dengan baik. (pokjaluhwk)
Berikut Materi Pembinaan yang disampaikan oleh Kepala Kantor Kemenag: materikemenagwk